Hati-Hati! 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Mengurangi Keberkahan Hidup

Bapak/Ibu dan saudara-saudaraku, keberkahan hidup adalah sesuatu yang sangat berharga. Harta yang tidak terlalu banyak, tetapi terasa cukup, keluarga yang sederhana tetapi penuh ketenangan, serta waktu yang sedikit tetapi mampu digunakan untuk banyak kebaikan merupakan contoh nikmat yang penuh keberkahan.

Sebaliknya, seseorang bisa saja memiliki penghasilan besar, rumah yang bagus, dan berbagai fasilitas, tetapi hidupnya selalu merasa kurang, gelisah, dan tidak pernah merasa cukup. Karena itu, seorang Muslim tidak seharusnya hanya mengejar banyaknya harta, tetapi juga memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan.

Ternyata ada beberapa kebiasaan yang perlu kita waspadai karena dapat menjadi sebab hilangnya keberkahan. Mari kita introspeksi diri dan memperbaikinya sedikit demi sedikit.

1. Mengabaikan Salat

Salat merupakan kewajiban utama seorang Muslim. Jangan sampai kesibukan mencari rezeki justru membuat kita lalai dari kewajiban kepada Allah SWT.

Ketika seseorang terlalu sibuk mengejar dunia hingga menunda atau meninggalkan salat, maka ia perlu segera mengevaluasi kembali kehidupannya. Rezeki memang harus dicari, tetapi jangan sampai pekerjaan membuat kita kehilangan hubungan dengan Sang Pemberi rezeki.

Biasakan menjaga salat lima waktu dan berusaha mengerjakannya tepat waktu. Jadikan salat sebagai prioritas, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan ketika semua pekerjaan telah selesai.

2. Tidak Bersyukur atas Nikmat Allah

Salah satu kebiasaan yang dapat membuat hidup terasa selalu kurang adalah tidak bersyukur.

Sering kali kita terlalu fokus pada sesuatu yang belum dimiliki hingga lupa melihat begitu banyak nikmat yang sudah diberikan Allah. Padahal kesehatan, keluarga, tempat tinggal, makanan, pekerjaan, dan kesempatan untuk beribadah adalah nikmat yang sangat besar.

Allah SWT berfirman:

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7).

Syukur bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan. Kita tetap boleh berusaha mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tetapi jangan sampai lupa menghargai nikmat yang telah Allah berikan hari ini.

3. Mencari Rezeki dengan Cara yang Tidak Halal

Ketika seseorang ingin mendapatkan uang dengan cepat, terkadang ia tergoda melakukan sesuatu yang dilarang agama. Padahal keberkahan tidak hanya dilihat dari jumlah penghasilan, tetapi juga dari cara mendapatkannya.

Keuntungan yang diperoleh melalui penipuan, mengambil hak orang lain, kecurangan, atau transaksi yang haram tidak akan membawa ketenangan sejati.

Karena itu, berhati-hatilah dalam mencari nafkah. Jangan hanya bertanya, “Berapa keuntungan yang saya dapat?” tetapi tanyakan juga, “Apakah cara mendapatkannya diridai Allah?”

4. Sering Mengeluh dan Meremehkan Nikmat

Sesekali merasa lelah atau sedih merupakan hal yang manusiawi. Namun, jangan sampai keluhan menjadi kebiasaan hingga kita selalu memandang kehidupan dari sisi kekurangannya.

Setiap kali mendapatkan ujian, cobalah mengingat nikmat yang masih dimiliki. Ketika penghasilan belum sesuai harapan, tetaplah bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berusaha. Ketika menghadapi masalah keluarga, tetaplah memohon kepada Allah agar diberikan jalan keluar.

Belajar bersyukur bukan berarti mengabaikan masalah. Bersyukur berarti tetap mengakui nikmat Allah sambil berusaha memperbaiki keadaan.

5. Memutus Silaturahmi

Hubungan dengan keluarga dan kerabat juga perlu dijaga. Jangan karena persoalan kecil kemudian hubungan menjadi rusak bertahun-tahun.

Rasulullah ﷺ mengajarkan pentingnya menyambung silaturahmi. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, beliau menjelaskan bahwa orang yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaknya menyambung silaturahmi.

Karena itu, jika ada perselisihan dengan saudara atau keluarga, berusahalah untuk berdamai. Tidak harus menunggu orang lain meminta maaf terlebih dahulu. Jika mampu menjadi orang yang memulai kebaikan, mengapa harus menunggu?

6. Menggunakan Harta Secara Berlebihan

Islam tidak melarang seseorang menikmati rezeki yang halal. Namun, kita dianjurkan untuk tidak berlebihan.

Jangan sampai penghasilan yang diperoleh dengan susah payah habis hanya untuk memenuhi keinginan yang sebenarnya tidak diperlukan. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Biasakan mengatur pengeluaran, menabung jika mampu, membantu keluarga, bersedekah, dan menggunakan harta untuk sesuatu yang bermanfaat.

7. Lupa Berdoa dan Meminta Pertolongan Allah

Kadang-kadang kita terlalu percaya pada kemampuan diri sendiri. Kita bekerja keras, menghitung semuanya dengan matang, tetapi lupa bahwa hasil akhir tetap berada dalam kehendak Allah SWT.

Karena itu, jangan pernah meninggalkan doa. Sebelum memulai pekerjaan, mintalah kemudahan. Ketika mendapatkan hasil, bersyukurlah. Ketika mengalami kegagalan, bersabarlah dan evaluasi kembali usaha yang telah dilakukan.

Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’” (QS. Ghafir: 60).

Bagaimana Cara Mengembalikan Keberkahan?

Jika merasa kehidupan akhir-akhir ini kurang berkah, jangan langsung menyimpulkan bahwa Allah sedang menjauh. Jadikan keadaan tersebut sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi.

Perbaiki salat, perbanyak istighfar, bersyukur atas nikmat yang ada, tinggalkan penghasilan yang haram, jaga silaturahmi, bersedekah sesuai kemampuan, dan perbanyak doa.

Yang tidak kalah penting, perbaiki hubungan dengan sesama manusia. Jangan mengambil hak orang lain, jangan menyakiti tanpa alasan, dan jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun.

Penutup

Bapak/Ibu dan saudara-saudaraku, keberkahan hidup bukan semata-mata tentang memiliki harta yang banyak. Keberkahan adalah ketika apa yang Allah berikan mampu membawa manfaat, ketenangan, kebaikan, dan mendekatkan kita kepada-Nya.

Mari kita periksa kembali kebiasaan sehari-hari. Jika ada yang kurang baik, jangan menunggu menjadi sempurna untuk berubah. Mulailah dari satu langkah kecil hari ini.

Semoga Allah SWT memberkahi rezeki kita, rumah tangga kita, kesehatan kita, pekerjaan kita, waktu kita, dan seluruh kehidupan kita. Semoga Allah menjauhkan kita dari kebiasaan yang menghilangkan keberkahan serta membimbing kita untuk selalu berada di jalan yang diridai-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait

Tidak ada artikel lain dengan kategori serupa.